Aku senang kau kembali, aku senang kau bersamaku, aku senang kita menjalani hari - hari bersama lagi meskipun hanya dalam sebatas teman. Saat itu yang kurasa hanya senang karena kamu masih bisa tersenyum lagi denganku, yang kutakutkan dahulu hilang, semua masalalu yang saat kamu mengatakan perasaanmu dan aku menolaknya kamu tidak mengukitnya, apa aku masih punya kesempatan untuk sekarang? Apa aku masih bisa berkata iya? Apa dia masih mempunyai perasaan yang sama denganku? Semua itu terjawab, saat
Kamu selalu mendukungku, menolongku dan yang penting bersamaku
Aku sungguh bahagia karena kamu lebih dari yang aku harapkan, aku berfikir bahwa kamu akan seperti biasanya, seperti biasa teman selayaknya. Kamu mendukungku disaat semua tidak mempercayaiku disaat semua meremehkanku, dan kamu masih tetap menolongku tidak peduli itu seberapa berat, seberapa sakit, dan seberapa lama, aku ingat kamu menolongku meskipun saat itu kamu mengantuk, kamu masih bilang aku masih semangat, tapi mukamu berkata lain, dan akhirnya kita tertidur, namun ketika aku agak terbangun dari tidurku aku melihat kau menyelesaikan semua perkerjaan, hanya selimut ini yang tertidur bersamaku. Kau berohong bahwa kamu tertidur, saat aku tertidur juga kamu bangun dan menyelesaikannya lalu kamu berpura - pura tidur kembali dan kita bangun kamu berkata mungkin ada utusan Allah yang membantu kita sambil tersenyum.
Aku mulai putus asa
Semua pekerjaan kita gagal, aku sekarang tidak bisa berbuat apa - apa, namun kamu menatap wajahku dengan serius, hati ini mulai berdegub kencang, semua serasa waktu mati, dan kamu berkata apa hanya ini sebatas kemampuanmu? Apa hanya karena ini kamu menyerah? Aku akan selalu bersamamu meskipun sampai mati jadi janganlah menyerah, janganlah putus asa. Air mata menetes diwajahku tanpa sengaja, air mata yang selalu kututupi jika bersama orang lain kini keluar, ini pertama kalinya aku menangis dihadapan orang lain, tapi dia bukan orang lain dia adalah orang yang aku cintai.
Semua memujiku
Kamu terus bersamaku sampai saat hasil kerja keras kita dipublikasikan, kamu duduk di bangku depan melihat presentasiku, aku sangat senang sangat bahagia cita - cita kita terwujud, namun aku melihatmu terseyum dan meneteskan air mata seolah sebagai tanda perpisahan, dan disaat orang lain bertepuk tangan kamu sudah tidak ada di tempat duduk itu.
Aku mencarimu
Aku terus mencarimu, kenapa disaat aku berhasil kau meninggalkanku bukankah ini hanya tersisa momen - momen bahagia, aku terus mencarimu, bertanya kebanyak orang namun tidak ada satupun yang tahu kamu, aku tidak akan menyerah itu yang aku ingat sampai sekarang dan akan aku lakukan, akhirnya ada seseorang sahabat jauhnya yang menemuiku dan memberikan surat dari kamu.
Aku senang sekarang kamu berhasil jadi tugasku sudah selesai, ya benar aku lakukan ini semua karena aku kasihan pada kamu dan semua ini aku di bayar seseorang untuk mendukungmu agar berhasil, sekarang aku bahagia dan aku sudah menikah jadi jangan mencariku lagi.
Aku tidak bisa berkata apa - apa setelah membaca surat itu yang semula hati ini tumbuh cinta sekarang hilang karena kebencian, kebencian karena pengkhianatan, aku sangat marah sampai di hati ini mengucap kata - kata buruk pada kamu, aku membuang surat itu dan pergi tanpa berkata apa - apa.
Kebenaran
Aku sampai tidak bisa menangis bahkan menerima kebenaran ini, apakah ini hanya kebohongan, semua itu terjawab sampai tidak sengaja aku bertemu orang tuanya dijalan, dia tersenyum padaku, aku berpura - pura menanyakan kabar putranya namun senyuman itu hilang diganti dengan tangisan, dan dia berkata dia baik sangat baik, aku tidak mempercayainya aku tahu orang tuanya tidak bisa menyembunyikan perasaan, aku memohon, aku memohon untuk memberitahu kebenarannya meskipun itu pahit, dan mereka berkata maaf maaf kami tidak bisa berbohong, dia sudah meninngal, dia hanya punya waktu 1 bulan lalu dia memohon pada kami untuk mengahabiskannya bersama dengan orang yang dia cintai, dia sangat bahagia sekali, di detik - detik hidupnya di melihat tv dan berkata dia berhasil, dia berhasil orang yang aku cintai sekarang berhasil dan sekarang aku bisa pergi dengan tenang, aku harap dia selalu semangat mengejar impiannya dan melanjutkan hidupnya. Mendengar itu aku hanya diam seolah aku lebih memilih dia menikah dengan orang lain dari pada hal ini, aku berlari menjauh dari orangtuanya dan menangis, menangis dengan keras karena hanya satu orang didunia ini yang bisa melihat tangis ku itu hanya kamu. Aku memang tidak bisa menerima hal ini namun yang pasti perasaanmu telah sampai padaku, perasaan yang selama ini kamu pendam bertahun - tahun sudah sampai di hati ini, terimakasih atas semua kenangan ini, aku akan melakukan hal terakhir yang kamu harapkan, terimakasih, selamat tinggal.



























