Kamis, 02 Maret 2017
Tolong perjuangkan saya
Tifa - 01.19Ini memang terdengar aneh, meski kamu lihat aku seperti tidak mencintaimu, seperti aku tidak mengharapkanmu, karena aku melakukannya ada suatu alasan, tapi kalau boleh jujur didalam hati ini benar - benar sangat mengharapkanmu ada di sampingku, berharap kamulah yang akan menjadi pendamping hidupku suatu saat nanti, namun apa daya aku tidak mampu memperlihatkannya, aku hanya bisa berdoa dan percaya pada yang diatas, aku hanya berharap perhatian dan rasa sayang yang tersamarkan ini tersampaikan padamu, aku harap kamu menyadarinya, aku memang bodoh tidak bisa melawannya, aku harap kamu datang dan mengatakan "Aku mau menanggung semua bebanmu dan tetap bersamamu", aku sangat ingin kata - kata itu keluar dari suaramu, namun aku juga tidak ingin kamu menanggung bebanku.
Seharusnya aku lebih melihatkan rasa cintaku ini
Seharusnya aku tidak meninggalkanmu. Mungkin itu hanya pernyataan kosong, mau atau tidak aku harus meninggalkanmu, hanya doa saja yang aku percayai akan tersampaikan padamu yang sebagian besar agar kamu selalu bahagia dan baik - baik saja, namun di antara doa itu ada salah satu doa yang keluar dari hati kecilku yang tanpa sengaja keluar, agar suatu hari nanti kita bersama. Sulit rasanya berpisah, sulit rasanya menjalani hari - hari tanpamu, tanpa senyumanmu, tanpa canda tawamu, tapi aku yakinkan dalam diri dan kuserahkan pada yang diatas bahwa Dia sudah menyiapkan cerita indah tentangku, perjalanan indah tentangku, dan pasti rasa ini akan tersampaikan.
Kenangan itu
Aku ingat saat itu, saat kita berjalan pulang bersama menyusuri sungai, saat kita saling tertawa dan tersenyum, aku juga melihat senyuman yang begitu indah di wajah mu, senyuman jatuh cinta, dan saat kamu berhenti tersenyum disaat itulah kamu mengatakannya, mengatakan isi hatimu, mengatakan bahwa kamu mencintaiku. Entah bagaimana rasanya dalam hati ini antara bahagia dan takut, takut karena ada beban yang harus aku tanggung, takut akan hal yang harus aku pilih. Namun perasaan itu bahagia itu kalah karena teringat keluarga dirumah ,aku berbohong dengan mengatakan maaf, maaf, sungguh aku minta maaf aku tidak mempunyai perasaan yang sama denganmu temanlah yang kurasa tepat sekarang. Aku melihat wajah itu yang semula tersenyum hilang dengan sikap murung dan sedih, tanpa mengatakan apa - apa kamu pergi meninggalkanku, aku yakin pasti ini perjumpaan kita yang terakhir, aku yakin setelah ini kamu tidak akan mengatakan hal itu lagi, Tapi aku hanya bisa berharap diberi kesempatan kedua.
by:Anonymous
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar